
Barrack Obama & John McCain
Peluang Barrack Obama kandidat Capres AS dari Demokrat semakin terbuka atas John McCain dari Republik setelah debat terbuka ketiga dan terakhir yang diselenggarakan di Hofstra University, Hempstead, New York, Rabu (15/10) pukul 21.00 waktu setempat atau Kamis (16/10) pukul 08.00 waktu Indonesia. Obama mengungguli McCain sekitar 10% lebih tinggi dari rivalnya menurut pooling yang dilansir CNN.
Pada debat kali ini banyak berfokus pada penyelesaian krisis Amerika yang terjadi saat ini. Obama dianggap lebih lebih baik dalam penyampaian visi-misinya baik dalam pengetahuan, gaya bicara dan berbicara seputar masalah rakyat, berbeda dengan McCain yang cenderung menyerang pribadi Obama sebagai rivalnya padahal cukup piawai dalam permasalahan keamanan dan politik luar negeri. Tak diherankan apabila popularitas Obama meningkat setelah debat ini berakhir.
Selain visi-misi yang lebih menjanjikan bagi rakyat Amerika, popularitas Obama didukung oleh besarnya biaya yang dikeluarkannya. Menurut sumber media dana yang dikeluarkan untuk membiayai iklan politiknya hingga hari pemilihan akan melampui dana kampanye Pilpres Bush tahun 2004 yaitu sebesar USD 188 juta (sekitar Rp. 1,8 triliun) dan hal ini akan menjadikan Obama sebagai pemecah rekor dana iklan politik. Iklan Obama tampil di berbagai saluran televisi satelit yang diselenggarakan untuk dia sampai pada video games.
Biaya kampanye yang dikeluarkan Obama berbeda jauh dari jumlah yang dikeluarkan McCain dan membuat pertarungan ini menjadi tidak seimbang. Semtember lalu Obama sudah menghabiskan USD 100 juta (sekitar Rp. 984,5 milliar), sementara McCain sampai saat ini hanya menghabiskan dana sebesar USD 91 juta (sekitar Rp. 895,9 miliar). Perbedaan ini dikarenakan Obama memilih untuk menggunakan dana pribadi bukan dana publik seperti yan digunakan McCain untuk berkampanye.
Sumber : Kompas.com, Jawa Pos, dll.









