Laskar Pelangi, sebuah cerita yang diangkat dari kisah nyata sang penulis Adrea Hirata menjadi perbicangan yang sangat gress saat ini. Apalagi Novel yang mengisahkan tentang pendidikan di Belitong diangkat ke layar lebar oleh Mira Lesmana dan disutradarai oleh Riri Riza ini sudah diputar di Bioskop seluruh Nusantara sejak 25 September silam. Sampai saat ini film tersebut masih tayang di bioskop-bioskop tersebut karena minat masyarakat masih besar untuk menyaksikannya. Ini menunjukkan bahwa film Laskar Pelangi mempunyai nilai jual yang sangat tinggi dan bukti dari beberapa kota sampai satu minggu setelah tayang perdana film ini, sayapun belum kebagian tiket film tersebut sampai akhirnya saya terdampar di sebuah kota yang tidak ada bioskopnya.
Dengan gebyarnya film Laskar Pelangi sampai-sampai Sang Presiden pun menyempatkan diri untuk menyaksikan film ini di bioskop bersama beberapa pejabat negara lainnya dan tentu saja didampingi sang penulis sendiri Andrea Hirata, menjadi suatu hal yang ironis bagi masyarakat Belitong sendiri. Belitong yang merupakan tempat lahirnya cerita dan setting film Laskar Pelangi sampai saat ini hanya bisa mendengarkan saja dari media karena mereka belum melihat sama sekali film kebanggaan rakyat Belitong. Mereka sangat berharap untuk dapat menonton film tersebut walaupun hanya dengan layer tancap dan di lapangan terbuka, yang penting bagi mereka menonton film yang telah menggemparkan jagad nusantara ini.
Kekecewaan masyarakat inipun menjadi perbincangan pemerintah Kota Pangkalpinang, Walikota Pangkalpinang Drs. H. Zulkarnaen Karim, MM berunding dengan Dinas Pendidikan atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar film tersebut dapat diputar di GOR Indor karena menurut kabar, Produser film dan Penulis sendiri Adrea Hirata berjanji akan memutar film tersebut di Tanjungpandan, Belitong dan Manggar Belitong Timur pada 25 Oktober mendatang dengan layar tancap (Jawa Pos).
Mudah-mudahan rakyat Belitong dapat lega mendengar kabar pemutaran film tersebut sehingga mereka dapat menyaksikan film yang menjadi kebanggaan mereka dan masyarakat Indonesia pada umumnya.









